Pendahuluan: Cahaya yang Terlupakan dari Peradaban Islam
Ketika kita berbicara tentang masa keemasan Islam, seringkali yang terlintas adalah nama-nama besar ilmuwan pria seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, atau Al-Biruni. Namun, di balik gemilangnya peradaban tersebut, ada sebuah kisah yang tak kalah memukau, yaitu peran dan kontribusi luar biasa para ilmuwan muslimah. Mereka adalah sosok-sosok inspiratif yang turut mewarnai perkembangan sains, kedokteran, astronomi, pendidikan, dan berbagai bidang ilmu laiya. Kontribusi mereka, sayangnya, kerap terlupakan atau kurang mendapatkan sorotan dalam narasi sejarah modern. Artikel ini akan mengajak kita menelusuri jejak gemilang mereka, menghidupkan kembali kisah-kisah perjuangan dan dedikasi yang telah membentuk pondasi ilmu pengetahuan global.
Padahal, ajaran Islam sendiri sangat menekankan pentingnya ilmu bagi setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan. Nabi Muhammad SAW bersabda, Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.
(HR. Ibnu Majah). Hadits ini secara eksplisit menunjukkan bahwa kewajiban menuntut ilmu tidak dibatasi oleh gender, melainkan berlaku untuk semua umat Islam. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika banyak wanita muslimah pada masa itu yang menjadi cendekiawan ulung.
Lingkungan yang Memupuk Ilmu: Islam Mendorong Kaum Hawa Berprestasi
Masa keemasan Islam adalah periode di mana ilmu pengetahuan berkembang pesat, didukung oleh nilai-nilai Islam yang menghargai akal, penelitian, dan pembelajaran. Lingkungan ini secara alami juga membuka pintu bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam ranah intelektual. Perpustakaan megah, institusi pendidikan seperti madrasah, dan rumah sakit di kota-kota besar seperti Baghdad, Kairo, dan Cordoba, menjadi pusat aktivitas keilmuan yang inklusif.
Banyak keluarga muslim, terutama dari kalangan berada, memberikan pendidikan yang setara kepada anak perempuan mereka. Mereka didorong untuk belajar membaca, menulis, menghafal Al-Qur’an, hingga mendalami berbagai cabang ilmu pengetahuan. Ayat Al-Qur’an sendiri juga memberikan landasan kuat untuk kesetaraan dalam mencari ilmu, seperti firman Allah SWT dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11: …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…
Ayat ini tidak membedakan jenis kelamin dalam pemberian derajat bagi orang yang berilmu, menunjukkan bahwa kemuliaan ilmu berlaku universal.
Baca juga ini : Wanita Muslimah: Pilar Keluarga, Penggerak Peradaban, dan Inspirasi Abadi
Tokoh-tokoh Gemilang Ilmuwan Muslimah
Mari kita kenali beberapa sosok muslimah yang meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah sains:
1. Rufayda Al-Aslamiyyah: Pionir Kedokteran dan Keperawatan
Mungkin salah satu nama yang paling terkenal dalam sejarah kedokteran Islam adalah Rufayda Al-Aslamiyyah. Beliau adalah seorang perawat dan ahli bedah wanita pertama dalam Islam yang hidup di zamaabi Muhammad SAW. Rufayda dikenal karena keahliaya dalam merawat tentara yang terluka di medan perang dan bahkan mendirikan rumah sakit lapangan. Beliau juga melatih wanita lain dalam praktik keperawatan, meletakkan dasar bagi profesi keperawatan yang terorganisir.
2. Maryam Al-Asturlabi: Sang Astronom dan Pembuat Astrolab
Pada abad ke-10 di Aleppo, Suriah, hiduplah seorang wanita bernama Maryam Al-Asturlabi (juga dikenal sebagai Mariam Al-Ijliya Al-Asturlabi). Ia adalah seorang ahli astronomi dan pembuat astrolab yang ulung. Astrolab adalah instrumen kompleks yang digunakan untuk menentukan posisi bintang, waktu, serta membantu navigasi. Karya-karyanya sangat penting bagi para pelaut dan astronom pada masanya, menunjukkan betapa canggihnya ilmu pengetahuan yang dikuasai oleh wanita di era tersebut.
3. Fatimah Al-Fihri: Pendiri Universitas Pertama di Dunia
Fatimah Al-Fihri adalah nama yang mungkin paling sering disebut ketika membahas kontribusi muslimah. Pada abad ke-9, ia mendirikan Masjid Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, yang kemudian berkembang menjadi universitas pertama di dunia yang memberikan gelar akademik. Universitas ini menjadi pusat pembelajaran yang menarik cendekiawan dari berbagai penjuru dunia, dan berdiri kokoh hingga hari ini. Warisan Fatimah Al-Fihri ini menjadi bukti nyata komitmen wanita muslimah terhadap pendidikan dan penyebaran ilmu pengetahuan.
Baca juga ini : Keagungan Baitul Hikmah: Inspirasi Peradaban Ilmu dari Masa Keemasan Islam
4. Shuhdah Al-Baghdadiyyah: Kebanggaan Baghdad dalam Hadits dan Kaligrafi
Dijuluki Fakhr An-Nisa
(Kebanggaan Wanita) di Baghdad pada abad ke-12, Shuhdah Al-Baghdadiyyah adalah seorang ahli hadits terkemuka dan kaligrafer yang sangat dihormati. Ia belajar dari banyak ulama terkemuka dan menjadi seorang guru yang dihormati, memberikan ceramah dan mengajar hadits kepada banyak siswa, baik laki-laki maupun perempuan. Kemampuaya dalam kaligrafi juga sangat dihargai, menjadikaya salah satu ikon intelektual pada masanya.
5. Sitt al-Wuzara’ Tanjiya: Ahli Hukum dan Pendidikan
Seorang ulama wanita dari Damaskus pada abad ke-14 yang sangat dihormati karena pengetahuaya yang luas tentang hukum Islam (fiqh) dan hadits. Dia memberikan fatwa (keputusan hukum Islam) dan mengajar di berbagai institusi. Keilmuaya yang mendalam menjadikaya rujukan bagi banyak orang, termasuk para ulama pria.
Pendidik dan Pelestari Ilmu
Selain para ilmuwan spesialis, banyak wanita muslimah juga berperan sebagai pendidik (mu’addibah) dan pelestari ilmu. Mereka menyalin manuskrip, mendirikan perpustakaan, dan menjadi guru bagi generasi berikutnya. Kontribusi ini memastikan bahwa pengetahuan dapat terus diwariskan dan dikembangkan.
Al-Qur’an dan Suah secara konsisten mendorong umat Islam untuk mencari ilmu. Sebagai contoh, Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 9: …Katakanlah:
Ayat ini memberikan motivasi yang sangat kuat untuk terus belajar dan berpikir, dan ini berlaku untuk semua, tanpa memandang gender.Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Menghargai Warisan dan Inspirasi di Masa Kini
Mengungkap kembali kisah-kisah ilmuwan muslimah ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga untuk memberikan inspirasi di masa kini. Mereka adalah bukti nyata bahwa perempuan selalu menjadi bagian integral dari kemajuan peradaban Islam. Dedikasi mereka dalam menuntut ilmu, berinovasi, dan berkontribusi pada masyarakat adalah teladan yang relevan hingga saat ini.
Peran mereka mengingatkan kita bahwa potensi intelektual tidak mengenal batas gender, dan bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakangnya, memiliki kapasitas untuk mencapai kebesaran dalam ilmu pengetahuan. Ini juga menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk terus mendukung pendidikan dan pemberdayaan wanita di berbagai bidang, agar semakin banyak lagi ilmuwan dan inovator wanita yang dapat mengukir sejarah.

Sungguh membuka wawasan! Selama ini kurang terekspos jejak gemilang ilmuwan muslimah. Jadi penasaran, ada rekomendasi referensi lebih lanjut untuk menggali kisah inspiratif mereka ini?