Ramadhan 2026 kini telah memasuki hari ke-16, menandai setengah perjalanan ibadah puasa yang penuh makna. Waktu berlalu begitu cepat—awal Ramadhan yang penuh semangat kini telah dilewati. Tak sedikit dari kita yang mulai merasakan lelah, baik fisik maupun hati. Namun justru di fase inilah keteguhan iman dan keistiqamahan diuji.

Setengah Ramadhan, Jangan Berhenti Melangkah
Di awal Ramadhan, masjid terasa lebih ramai, tilawah Al-Qur’an terasa lebih ringan, dan niat ibadah begitu kuat. Memasuki pertengahan Ramadhan, semangat itu bisa saja menurun. Tapi Ramadhan tidak mengajarkan kita untuk cepat, melainkan untuk konsisten.
Sebagaimana pesan yang tersirat dalam perjalanan ibadah ini:
“Meski pelan, asal terus taat.”
Allah tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kesungguhan hati dalam ketaatan.
Ramadhan dan Pelajaran tentang Sabar
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)
Ayat ini menjadi penguat di pertengahan Ramadhan. Saat tenaga melemah dan hati diuji, sabar dan salat adalah kunci untuk terus melangkah. Allah selalu dekat dengan hamba-Nya yang bertahan, meski dalam keadaan lelah.
Bukan Siapa yang Paling Sempurna
H-16 Ramadhan bukan tentang siapa yang paling banyak amalnya, tetapi siapa yang masih menjaga niatnya. Bukan siapa yang terlihat paling kuat, melainkan siapa yang tetap berusaha meski tertatih.
Karena sejatinya, Allah menilai keikhlasan, bukan perbandingan.
H-16 bukan akhir, tapi pengingat. Jika hari-hari awal terasa berlalu begitu saja, masih ada waktu untuk memperbaiki niat dan memperkuat langkah. Jangan berhenti hanya karena lelah—sebab Allah selalu dekat dengan hamba yang bertahan. Teruslah berjalan, walau perlahan, karena istiqamah lebih dicintai daripada sempurna.
