Share
2

Urgensi Pilih Sumber Ilmu Agama di Era Digital

by Darul Asyraf · 16 Agustus 2025

Di era digital yang serba cepat ini, informasi bisa diakses dengan mudah hanya dengan satu sentuhan jari. Namun, kemudahan ini datang bersama tantangan besar, terutama dalam mencari ilmu agama. Ibarat dua sisi mata uang, internet menyediakan lautan ilmu yang luas, tetapi juga menyajikan gelombang informasi yang tidak terverifikasi, bahkan menyesatkan. Urgensi dalam memilih sumber ilmu agama di era digital kini menjadi sangat kritis, terutama untuk menjaga kemurnian akidah dan manhaj kita.

Akidah adalah fondasi keimanan seorang Muslim, sedangkan manhaj adalah metodologi atau jalan yang ditempuh dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. Jika fondasi dan jalan ini terkontaminasi oleh pemahaman yang keliru, maka seluruh bangunan keislaman seseorang bisa goyah. Oleh karena itu, memastikan bahwa sumber ilmu agama yang kita serap adalah valid dan benar merupakan prioritas utama.

Bahaya Informasi Tanpa Verifikasi

Internet dipenuhi dengan berbagai pendapat dan tafsiran tentang agama, baik dari sumber yang kredibel maupun yang tidak. Tanpa filter yang kuat, seseorang bisa dengan mudah terpapar informasi yang salah, hoaks, atau bahkan propaganda dari kelompok ekstremis. Dampak paling serius dari penyebaran informasi tanpa verifikasi ini adalah distorsi pemahaman agama yang bisa berujung pada penyimpangan akidah dan manhaj. Misalnya, seseorang bisa saja menganggap suatu ajaran sesat sebagai kebenaran, atau sebaliknya, menganggap bid’ah sebagai suah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 36:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabaya.”

Ayat ini menekankan pentingnya verifikasi dan tidak mudah menerima informasi tanpa dasar ilmu yang kuat. Ini berlaku sangat relevan di era digital.

Baca juga ini : Pentingnya Belajar Agama yang Benar

Pentingnya Sanad dan Guru yang Jelas

Dalam tradisi Islam, sanad (rantai periwayatan) merupakan pilar utama dalam menjaga kemurnian ilmu agama. Ilmu agama tidak bisa dipelajari secara otodidak dari internet tanpa bimbingan guru yang memiliki sanad keilmuan yang jelas. Para ulama terdahulu sangat menekankan hal ini. Imam Muhammad bin Sirin rahimahullah pernah berkata:

“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa sumber ilmu agama haruslah dari orang yang terpercaya, memiliki ilmu yang luas, dan pemahaman yang benar, serta memiliki guru yang jelas rantai keilmuaya hingga sampai kepada Rasulullah SAW. Di era digital, ini berarti kita harus berhati-hati dalam memilih ustaz atau penceramah online. Cari tahu latar belakang pendidikan mereka, siapa guru-guru mereka, dan bagaimana manhaj mereka dalam memahami agama.

Peran Akidah dan Manhaj yang Benar

Akidah yang benar adalah fondasi yang kokoh untuk menghadapi berbagai fitnah dan syubhat (kerancuan pemikiran) di era digital. Seseorang yang memiliki akidah yang lurus akan lebih mudah membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Demikian pula dengan manhaj yang shahih, yaitu metodologi yang sesuai dengan pemahaman salafus shalih (generasi terbaik umat ini), yang akan membimbing kita dalam memahami Al-Qur’an dan As-Suah secara benar, jauh dari penyimpangan.

Mempertahankan kemurnian akidah dan manhaj bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab kolektif umat Islam. Lembaga pendidikan Islam seperti LP3H Darul Asyraf memiliki peran penting dalam menyediakan pendidikan agama yang berdasarkan akidah dan manhaj yang benar, serta membantu umat dalam proses Sertifikasi Halal bagi produk yang dikonsumsi masyarakat, sehingga kejelasan dan kemurnian bukan hanya pada ilmu namun juga pada apa yang dikonsumsi umat.

Baca juga ini : Memahami Akidah Salaf

Tips Memilih Sumber Ilmu Agama di Era Digital

Untuk menjaga kemurnian akidah dan manhaj di tengah arus informasi digital, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Prioritaskan Guru Langsung: Usahakan untuk belajar agama secara langsung dari guru yang kompeten dan dikenal keilmuan serta kematangan manhajnya.
  • Verifikasi Sumber Online: Jika terpaksa belajar online, pastikan sumbernya berasal dari lembaga atau individu yang memiliki reputasi baik, diakui oleh ulama Ahlussuah wal Jama’ah, dan memiliki sanad keilmuan yang jelas.
  • Kritis dan Selektif: Jangan mudah menelan mentah-mentah setiap informasi. Kritis terhadap konten yang berbau ekstremisme, takfiri (mengkafirkan Muslim lain), atau yang merendahkan para sahabat dan ulama.
  • Fokus pada Dasar-dasar: Kuasai terlebih dahulu dasar-dasar akidah, fikih, dan adab dari kitab-kitab muktabar (standar) sebelum mendalami isu-isu kontemporer.
  • Bergabung dengan Komunitas Ilmiah: Ikut serta dalam kajian atau majelis ilmu yang diselenggarakan oleh lembaga atau ustaz yang kredibel.

Memilih sumber ilmu agama di era digital bukanlah perkara sepele, melainkan sebuah urgensi yang sangat kritis. Kesalahan dalam memilih sumber bisa berakibat fatal terhadap akidah dan manhaj seseorang. Dengan sikap hati-hati, selektif, dan senantiasa merujuk kepada para ulama yang terpercaya, kita berharap dapat menjaga kemurnian agama kita dari berbagai penyimpangan dan senantiasa berada di atas jalan yang lurus.

You may also like