Share
4

H-27 Ramadhan: Doa dan Renungan di Penghujung Bulan Suci untuk Meraih Ampunan Allah

by Ameliya Agustin · 24 Januari 2026

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Setiap hari yang berlalu di dalamnya merupakan kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Kini, kita telah memasuki H-27 Ramadhan, sebuah momen yang mengingatkan bahwa bulan suci ini hampir sampai di penghujungnya.

Hari-hari terakhir Ramadhan seharusnya menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi diri. Sebab, tidak ada jaminan bahwa kita akan kembali dipertemukan dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Oleh karena itu, setiap detik yang tersisa hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah ﷺ memberikan teladan yang luar biasa dalam menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadhan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:


Hadits tentang Kesungguhan Ibadah di Akhir Ramadhan

Arab:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ.

‘An ‘Āisyah raḍiyallāhu ‘anhā qālat:
Kāna Rasūlullāhi ﷺ idzā dakhala al-‘asyrul-awākhir min Ramaḍān, aḥyā al-layla, wa ayqaẓa ahlahu, wa syadda mi’zarah.

Artinya:

“Dari Aisyah r.a., ia berkata: Apabila Rasulullah ﷺ memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan kain sarungnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits ini menjadi pengingat bahwa semakin mendekati akhir Ramadhan, seharusnya semakin kuat pula semangat ibadah kita. H-27 Ramadhan bukanlah waktu untuk lengah, melainkan kesempatan emas untuk menambah amal shalih dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain memperbanyak ibadah, doa juga menjadi bagian penting di penghujung Ramadhan. Kita memohon agar seluruh amal ibadah diterima, dosa-dosa diampuni, dan hati dikuatkan untuk tetap istiqamah setelah Ramadhan berlalu.


Doa di Penghujung Ramadhan

Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي آخِرِ رَمَضَانَ مَغْفِرَتَكَ وَرَحْمَتَكَ، وَأَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا، وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ عُتَقَائِكَ مِنَ النَّارِ، وَتَرْزُقَنَا رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ.

Latin:

Allāhumma innā nas’aluka fī ākhiri Ramaḍāna maghfirataka wa raḥmataka,
wa an tataqabbala minnā ṣiyāmanā wa qiyāmanā wa ṣāliḥa a‘mālinā,
wa an taj‘alanā min ‘utaqā’ika minan-nār,
wa tarzuqanā riḍāka wal-jannah.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu di akhir Ramadhan ampunan dan rahmat-Mu. Terimalah puasa, shalat malam, dan amal shalih kami. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari api neraka, dan karuniakanlah kepada kami ridho-Mu serta surga.”


Hari-hari terakhir Ramadhan juga mengajarkan kita untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, memaafkan kesalahan, dan membersihkan hati. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan bukan hanya dirasakan saat bulan suci ini berlangsung, tetapi ketika kebaikan tersebut tetap hidup setelahnya.

H-27 Ramadhan adalah pengingat bahwa waktu semakin sedikit, namun rahmat Allah tetap luas. Jangan lelah memperbaiki diri, jangan bosan berdoa, dan jangan berhenti berharap. Tutup Ramadhan dengan amal terbaik, agar setelahnya kita menjadi pribadi yang lebih beriman, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

You may also like