Share

H-23 Ramadhan: Doa Memohon Kekuatan Istiqamah Beribadah Hingga Akhir Bulan

by Ameliya Agustin · 28 Januari 2026

Memasuki H-23 Ramadhan, kita berada di fase akhir bulan suci yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan peluang besar meraih ridho Allah SWT. Di hari-hari terakhir ini, semangat beribadah sering kali diuji oleh rasa lelah, rutinitas yang padat, dan menurunnya energi. Namun justru di sinilah nilai keistiqamahan seorang hamba diuji.

Ramadhan bukan hanya tentang memulai dengan semangat, tetapi tentang menyelesaikannya dengan kesungguhan dan keikhlasan. Oleh karena itu, kita sangat dianjurkan untuk terus memohon kekuatan kepada Allah agar tetap mampu beribadah dan melakukan amal shalih hingga akhir Ramadhan.

Doa Memohon Kekuatan dan Ampunan

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah kami.”

Selain itu, doa yang selaras dengan makna H-23 Ramadhan adalah:

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Artinya:
“Ya Allah, tolonglah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadah kami kepada-Mu.”

Doa ini mengajarkan kita untuk tidak hanya beribadah, tetapi juga memohon pertolongan Allah agar ibadah tersebut dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Dalil Hadits tentang Kesungguhan di Akhir Ramadhan

Rasulullah ﷺ bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam hadits:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya:
“Rasulullah ﷺ apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi pengingat bahwa semakin mendekati akhir Ramadhan, semakin besar pula kesungguhan dalam beribadah.

Makna H-23 Ramadhan bagi Seorang Muslim

H-23 Ramadhan adalah momen muhasabah diri. Apakah Ramadhan kita sudah diisi dengan amal shalih? Apakah lisan kita sudah lebih terjaga? Apakah hati kita semakin dekat dengan Allah? Jika masih ada kekurangan, maka inilah saat terbaik untuk memperbaikinya.


Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Walaupun lelah, teruslah melangkah. Walaupun berat, tetaplah berdoa. Karena satu langkah kecil yang istiqamah lebih dicintai Allah daripada amal besar yang terputus. Semoga kita diberi kekuatan untuk beribadah hingga akhir Ramadhan dan menjadi hamba yang bertakwa serta meraih ridho-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

You may also like