Share

Shalat Sunnah Tasbih: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Cara Melaksanakannya

by Darul Asyraf · 2 Oktober 2025

Shalat suah Tasbih adalah salah satu ibadah suah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Berbeda dengan shalat suah laiya, shalat ini menonjol dengan adanya bacaan tasbih sebanyak 300 kali dalam setiap pelaksanaaya. Tujuaya adalah untuk memperbanyak pujian kepada Allah SWT, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi sebagian umat muslim, shalat ini mungkin belum terlalu familiar atau bahkan belum pernah dilaksanakan. Namun, mengetahui dan memahami tata cara serta keutamaaya dapat membuka pintu keberkahan dan pahala yang melimpah.

Pelaksanaan shalat Tasbih ini disarankan oleh Rasulullah SAW kepada pamaya, Abbas bin Abdul Muthalib, sebagai amalan yang jika dilakukan akan mengampuni dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang, yang lama maupun yang baru, yang disengaja maupun yang tidak, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Ini menunjukkan betapa agungnya shalat suah ini di mata syariat Islam.

Keutamaan Shalat Tasbih: Pembuka Pintu Ampunan dan Berkah

Shalat Tasbih disebut sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa. Keutamaan utama yang sering disebut dalam hadits adalah penghapusan dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib:

“Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau aku beri, maukah engkau aku karuniai, maukah engkau aku berikan, maukah engkau aku ajari 10 macam hal; apabila engkau melakukaya, Allah akan mengampuni dosa engkau: yang pertama hingga terakhir, yang lama dan yang baru, yang tidak disengaja dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang samar-samar dan yang terang-terangan? 10 macam hal itu adalah: engkau shalat 4 rakaat. Dalam setiap rakaat, engkau membaca Al-Fatihah dan satu surat. Apabila engkau selesai membaca (surat) di rakaat pertama dan engkau masih berdiri, maka bacalah ‘Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar’ sebanyak 15 kali. Kemudian rukuklah, lalu bacalah (tasbih) itu 10 kali. Kemudian angkat kepalamu (iktidal), lalu bacalah (tasbih) itu 10 kali. Kemudian sujudlah, lalu bacalah (tasbih) itu 10 kali. Kemudian angkat kepalamu (duduk di antara dua sujud), lalu bacalah (tasbih) itu 10 kali. Kemudian sujudlah untuk kali kedua, lalu bacalah (tasbih) itu 10 kali. Kemudian angkat kepalamu (duduk istirahat) lalu bacalah (tasbih) itu 10 kali. Itu semua 75 kali dalam setiap rakaat. Engkau lakukan itu dalam 4 rakaat. Apabila engkau sanggup melakukaya setiap hari sekali, maka lakukanlah. Apabila engkau tidak sanggup, maka setiap jumat sekali. Apabila engkau tidak sanggup, maka setiap bulan sekali. Apabila engkau tidak sanggup, maka setiap tahun sekali. Apabila engkau tidak sanggup, maka seumur hidup sekali.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan At-Tirmidzi)

Hadits ini dengan jelas menggambarkan betapa besar ampunan yang dijanjikan bagi mereka yang melaksanakan shalat Tasbih. Ini adalah kesempatan emas bagi umat Muslim untuk membersihkan diri dari noda-noda dosa dan meraih keridaan Allah SWT. Selain ampunan dosa, shalat ini juga membantu seorang hamba untuk senantiasa mengingat Allah, menguatkan tauhid, dan menambah kekhusyukan dalam beribadah. Dengan memperbanyak tasbih, hati akan menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan jiwa merasakan kedamaian.

Baca juga ini : Shalat Rawatib: Membangun Istana di Surga Lewat Shalat Suah Pengiring Shalat Fardhu

Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Shalat Tasbih tidak memiliki waktu khusus yang mengikat, artinya bisa dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam. Namun, para ulama menyarankan agar tidak dilaksanakan pada waktu-waktu yang diharamkan untuk shalat, seperti setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit setinggi tombak, dan setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam. Lebih baik dilaksanakan pada waktu-waktu yang tenang dan lapang, di mana seseorang bisa lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah.

  • Jika dilaksanakan pada siang hari, maka dikerjakan empat rakaat dengan satu salam.
  • Jika dilaksanakan pada malam hari, maka dikerjakan empat rakaat dengan dua salam, artinya setiap dua rakaat salam. Namun, ada juga pendapat yang membolehkan satu salam untuk malam hari. Yang terpenting adalah kenyamanan dan kekhusyukan dalam melaksanakan.

Tata Cara Melaksanakan Shalat Tasbih dengan Benar

Berikut adalah panduan lengkap tata cara shalat Tasbih yang bisa Anda ikuti:

1. Niat Shalat Tasbih

Niat adalah pondasi setiap ibadah. Niat shalat Tasbih dapat dilafalkan dalam hati:

Untuk 4 rakaat 1 salam (siang hari):

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî suatat tasbîhi arba‘a rak‘âtin lillâhi ta‘âlâ.

(Artinya: “Aku niat shalat suah tasbih empat rakaat karena Allah Ta’ala.”)

Untuk 4 rakaat 2 salam (malam hari):

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî suatat tasbîhi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

(Artinya: “Aku niat shalat suah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”)

2. Pelaksanaan Shalat (Per Rakaat)

Shalat Tasbih terdiri dari empat rakaat. Setiap rakaat memiliki urutan bacaan tasbih yang unik sebanyak 75 kali. Jadi, total tasbih yang dibaca adalah 300 kali (4 rakaat x 75 kali).

Adapun bacaan tasbih yang dimaksud adalah:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhânallâh wal hamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar.

(Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”)

Berikut rinciaya per rakaat:

  1. Rakaat Pertama:
    • Takbiratul ihram, membaca doa iftitah, surat Al-Fatihah, dan surat pendek.
    • Setelah itu, membaca tasbih 15 kali (saat masih berdiri).
    • Rukuk, membaca tasbih rukuk, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • I’tidal, membaca doa i’tidal, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Sujud pertama, membaca tasbih sujud, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Duduk di antara dua sujud, membaca doa duduk di antara dua sujud, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Sujud kedua, membaca tasbih sujud, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Duduk istirahat (duduk iftirasy) sebelum berdiri ke rakaat kedua, membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Total tasbih di rakaat pertama adalah 15 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 = 75 kali.
  2. Rakaat Kedua:
    • Berdiri untuk rakaat kedua, membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
    • Setelah itu, membaca tasbih 15 kali (saat masih berdiri).
    • Rukuk, membaca tasbih rukuk, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • I’tidal, membaca doa i’tidal, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Sujud pertama, membaca tasbih sujud, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Duduk di antara dua sujud, membaca doa duduk di antara dua sujud, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Sujud kedua, membaca tasbih sujud, kemudian membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Duduk tasyahud awal (jika shalat 4 rakaat 2 salam) atau duduk istirahat (jika shalat 4 rakaat 1 salam), membaca tasbih di atas 10 kali.
    • Total tasbih di rakaat kedua adalah 75 kali.
    • Jika shalat 4 rakaat dengan 2 salam, maka pada akhir rakaat kedua ini langsung salam. Kemudian mengulang niat dan memulai dua rakaat berikutnya.
  3. Rakaat Ketiga dan Keempat:
    • Jika shalat 4 rakaat dengan 1 salam, maka setelah tasyahud awal di rakaat kedua, langsung berdiri untuk rakaat ketiga.
    • Ulangi semua urutan bacaan dan tasbih seperti pada rakaat pertama dan kedua hingga tasyahud akhir.
    • Pada tasyahud akhir, setelah membaca tasyahud dan shalawat nabi, lanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali sebelum salam.
    • Jadi, total tasbih tetap 75 kali per rakaat.

Penting untuk diingat bahwa perhitungan tasbih ini dilakukan di setiap posisi shalat. Anda bisa menggunakan jari-jari tangan sebagai alat hitung agar tidak lupa. Kekhusyukan adalah kunci utama, jangan sampai perhitungan tasbih mengganggu konsentrasi Anda dalam shalat.

Baca juga ini : Hari Jumat: Penghulu Segala Hari, Meraih Berkah dengan Amalan Suah

Penutup

Shalat suah Tasbih adalah sebuah hadiah dari Rasulullah SAW kepada umatnya, sebuah kesempatan emas untuk meraih ampunan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Meskipun membutuhkan sedikit usaha lebih dalam mengingat jumlah tasbih, pahala dan keutamaan yang dijanjikan sangatlah besar. Janganlah kita melewatkan kesempatan berharga ini untuk membersihkan diri dari dosa dan mengisi lembaran amal kita dengan kebaikan. Mari kita jadikan shalat Tasbih sebagai salah satu amalan rutin, baik setiap hari, setiap pekan, setiap bulan, setiap tahun, atau minimal sekali seumur hidup, untuk mendapatkan keberkahan dan keridaan Allah SWT. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam menjalankan setiap ibadah dan menerima amal-amal kebaikan kita.

You may also like