Share

Shalat Rawatib: Membangun Istana di Surga Lewat Shalat Sunnah Pengiring Shalat Fardhu

by Darul Asyraf · 28 September 2025

Shalat Rawatib. Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Namun, seberapa jauh kita memahami keutamaan dan tata caranya? Shalat Rawatib adalah shalat suah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu. Ibaratnya, ia adalah ‘teman setia’ bagi shalat wajib kita, yang keberadaaya melengkapi dan menyempurnakan ibadah kita kepada Allah SWT. Dengan menjaga Shalat Rawatib, kita tidak hanya memperbanyak pahala, tapi juga menunjukkan kecintaan kita kepada Sang Pencipta, serta berusaha semaksimal mungkin untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam ajaran Islam, setiap ibadah memiliki kedudukan dan manfaatnya masing-masing. Shalat fardhu adalah tiang agama, yang wajib kita tunaikan. Tapi, Shalat Rawatib hadir sebagai penyempurna, penambal kekurangan, dan pelipat ganda pahala. Ia bagaikan benteng yang melindungi shalat fardhu kita dari godaan dan kekurangan. Mari kita selami lebih dalam tentang Shalat Rawatib, mulai dari jenis, waktu pelaksanaan, hingga keutamaaya yang luar biasa.

Jenis-Jenis Shalat Rawatib dan Waktunya

Shalat Rawatib dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu Rawatib Muakkadah dan Rawatib Ghairu Muakkadah. Pembagian ini didasarkan pada tingkat penekanan atau anjuraabi Muhammad SAW untuk melaksanakaya.

Shalat Rawatib Muakkadah (Sangat Dianjurkan)

Ini adalah shalat suah yang sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW dan jarang sekali beliau tinggalkan. Jumlahnya ada 12 rakaat dalam sehari semalam:

  • Dua rakaat sebelum Shalat Subuh: Ini adalah Rawatib yang paling utama dan sangat ditekankan. Nabi SAW bersabda, Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya. (HR. Muslim).
  • Empat rakaat sebelum Shalat Dzuhur: Ini juga sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
  • Dua rakaat sesudah Shalat Dzuhur: Melengkapi empat rakaat sebelum Dzuhur.
  • Dua rakaat sesudah Shalat Maghrib: Dikerjakan setelah shalat fardhu Maghrib.
  • Dua rakaat sesudah Shalat Isya: Dikerjakan setelah shalat fardhu Isya.

Total keseluruhan Shalat Rawatib Muakkadah adalah 12 rakaat. Keutamaan menjaga 12 rakaat ini disebutkan dalam sebuah hadis Nabi SAW: Barangsiapa shalat dua belas rakaat pada setiap hari dan malam, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga. (HR. Muslim).

Shalat Rawatib Ghairu Muakkadah (Dianjurkan)

Ini adalah shalat suah yang juga dianjurkan, namun tingkat penekanaya tidak sekuat Rawatib Muakkadah. Jumlahnya adalah 10 rakaat:

  • Dua rakaat sebelum Shalat Ashar: Meskipun tidak semuakkadah Rawatib Dzuhur atau Subuh, tetap dianjurkan. Nabi SAW bersabda, Allah merahmati seseorang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
  • Dua rakaat sebelum Shalat Maghrib:
  • Dua rakaat sebelum Shalat Isya:

Meskipun ghairu muakkadah, melaksanakaya tetap mendatangkan pahala dan keberkahan yang besar. Ini menunjukkan betapa luasnya pintu kebaikan yang Allah sediakan bagi hamba-Nya.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Rawatib

Tata cara Shalat Rawatib sebenarnya sama dengan shalat suah pada umumnya, yaitu dua rakaat-dua rakaat. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Niat: Niat Shalat Rawatib cukup dalam hati, sesuai dengan shalat fardhu yang diiringi. Misalnya, Aku niat shalat suah Rawatib dua rakaat sebelum Dzuhur karena Allah Ta’ala.
  2. Takbiratul Ihram: Mengucapkan Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan.
  3. Membaca Doa Iftitah: Suah untuk dibaca.
  4. Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib dalam setiap rakaat.
  5. Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek. Biasanya, pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas, terutama untuk Rawatib Subuh.
  6. Rukuk, I’tidal, Sujud, Duduk di antara Dua Sujud: Dilakukan seperti shalat fardhu biasa.
  7. Tasyahud Akhir dan Salam: Pada rakaat kedua, setelah sujud kedua, dilanjutkan dengan tasyahud akhir dan salam.

Penting untuk diingat bahwa Shalat Rawatib dikerjakan secara individual (munfarid), bukan berjamaah. Selain itu, tidak ada azan dan iqamah untuk Shalat Rawatib.

Baca juga ini : Menjaga Keikhlasan: Kunci Diterimanya Ibadah di Sisi Allah

Keutamaan Menjaga Shalat Rawatib

Mengapa kita harus bersungguh-sungguh menjaga Shalat Rawatib? Banyak sekali keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya bagi mereka yang istiqamah melaksanakaya:

  1. Dibangunkan Rumah di Surga: Ini adalah keutamaan paling populer yang sering disebut. Sebagaimana hadis yang sudah disebutkan di atas, Barangsiapa shalat dua belas rakaat pada setiap hari dan malam, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga. (HR. Muslim). Bayangkan, hanya dengan konsisten menunaikan Shalat Rawatib, kita seolah-olah sedang membangun istana pribadi di Jaah!
  2. Menyempurnakan Kekurangan Shalat Fardhu: Tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula shalat kita. Terkadang ada kekhilafan, kurang khusyuk, atau kesalahan dalam shalat fardhu. Shalat Rawatib berfungsi sebagai penambal dan penyempurna kekurangan-kekurangan tersebut. Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalnya. Dan lihatlah, adakah padanya shalat suah? Jika ada, maka sempurnakanlah shalat fardhunya dengan shalat suah tersebut. (HR. Tirmidzi).
  3. Mendapatkan Ampunan Dosa: Dengan memperbanyak ibadah suah, kita berharap Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita. Shalat Rawatib adalah salah satu jalan untuk meraih ampunan itu.
  4. Meningkatkan Derajat di Sisi Allah: Setiap rakaat yang kita kerjakan dengan ikhlas akan mengangkat derajat kita di sisi Allah. Semakin banyak ibadah suah yang kita lakukan, semakin tinggi pula kedudukan kita.
  5. Tanda Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya: Menjaga Shalat Rawatib adalah bentuk nyata ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah dan mengikuti suah Rasulullah SAW.
  6. Melatih Keistiqamahan: Konsisten dalam melaksanakan Shalat Rawatib melatih kita untuk istiqamah dalam beribadah dan melakukan kebaikan laiya.

Baca juga ini : Keistimewaan Puasa Senin Kamis: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar, Meraih Sehat Fisik dan Ketenangan Jiwa

Tips Menjaga Konsistensi Shalat Rawatib

Mungkin ada sebagian dari kita yang merasa sulit untuk istiqamah. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:

  • Pahami Keutamaaya: Terus ingatkan diri tentang janji Allah berupa rumah di surga dan penyempurnaan shalat fardhu.
  • Mulai dari yang Muakkadah: Jika terasa berat, fokuslah terlebih dahulu pada Shalat Rawatib Muakkadah yang 12 rakaat. Setelah terbiasa, baru tambahkan yang ghairu muakkadah.
  • Jadikan Kebiasaan: Usahakan untuk langsung mengerjakaya begitu selesai shalat fardhu (atau sebelum fardhu jika itu qabliyah) agar tidak terlupa.
  • Niat yang Kuat dan Ikhlas: Luruskaiat hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin dilihat orang lain atau alasan duniawi.
  • Berdoa Memohon Kekuatan: Mintalah kepada Allah agar diberi kekuatan dan keistiqamahan dalam beribadah.

Shalat Rawatib adalah investasi akhirat yang sangat menguntungkan. Dengan sedikit usaha dan keistiqamahan, kita bisa membangun bekal yang tak ternilai harganya di sisi Allah. Ia adalah bukti kesungguhan kita dalam beribadah, penambal kekurangan shalat fardhu, dan jembatan untuk meraih cinta serta ridha Ilahi. Semoga kita semua dimudahkan untuk senantiasa menjaga Shalat Rawatib dan meraih keutamaan-keutamaan yang dijanjikan. Mari bersama-sama membangun istana di surga, satu rakaat Shalat Rawatib setiap kalinya.

You may also like