Membentuk karakter anak yang saleh dan salihah adalah dambaan setiap orang tua Muslim. Salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter tersebut adalah menanamkan adab atau etika dalam setiap sendi kehidupan, termasuk dalam urusan makan dan minum. Adab makan dan minum sesuai suah Rasulullah SAW bukan hanya sekadar tata krama, namun juga mengandung nilai-nilai keberkahan, kesehatan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Mengajarkan kebiasaan baik ini sejak dini akan menjadi bekal berharga bagi anak hingga dewasa, insya Allah.
Artikel ini akan mengupas tuntas panduan praktis bagi orang tua untuk mengajarkan adab makan dan minum sesuai suah Rasulullah SAW kepada anak-anak. Tujuaya agar kebiasaan baik ini tertanam kuat, membawa keberkahan, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup Islami mereka.
Mengapa Adab Makan dan Minum Penting Diajarkan Sejak Dini?
Mungkin sebagian dari kita bertanya, seberapa penting sih adab makan dan minum ini diajarkan kepada anak-anak? Jawabaya, sangat penting! Berikut alasaya:
-
Meneladani Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi umat manusia dalam segala aspek kehidupan, termasuk cara makan dan minum. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
Dengan mengajarkan adab makan minum sesuai suah, kita mengajarkan anak untuk meneladani akhlak mulia Nabi. -
Mencari Keberkahan
Setiap tindakan yang sesuai dengan syariat akan mendatangkan keberkahan. Termasuk dalam makan dan minum. Dengan mengucapkan basmalah, makan dengan tangan kanan, dan adab laiya, kita berharap makanan yang masuk ke tubuh anak menjadi berkah, menyehatkan, dan menguatkan mereka dalam beribadah.
-
Menjaga Kesehatan
Banyak adab makan dan minum dalam Islam yang secara tidak langsung juga mengajarkan pola hidup sehat. Misalnya, tidak berlebihan, tidak meniup makanan panas, dan membersihkan sisa makanan. Ini semua berkontribusi pada kesehatan fisik anak.
-
Membentuk Karakter Disiplin dan Bersyukur
Adab makan minum mengajarkan anak tentang disiplin, kesabaran, dan rasa syukur. Mereka belajar untuk tidak terburu-buru, menghargai makanan, dan berterima kasih kepada Allah atas rezeki yang diberikan.
Baca juga ini : Bekal Masa Depan Berkah: Mengajarkan Anak Hemat, Produktif, dan Bertanggung Jawab Finansial Sejak Dini Ala Islam
Panduan Praktis Mengajarkan Adab Makan dan Minum kepada Anak
Berikut adalah beberapa adab makan dan minum yang bisa kita ajarkan kepada anak, lengkap dengan cara penyampaian yang mudah dipahami:
1. Mengucapkan Basmalah Sebelum Makan dan Minum
Ini adalah adab paling dasar dan sangat penting. Ajarkan anak untuk selalu mengucapkan Bismillah
sebelum mulai makan atau minum. Jelaskan kepada mereka bahwa dengan menyebut nama Allah, makanan mereka akan diberkahi dan setan tidak akan ikut campur. Jika lupa di awal, ajarkan untuk mengucapkan Bismillahi awwalahu wa akhirahu
.
- Cara Mengajarkan: Selalu awali makan bersama dengan basmalah secara lantang agar anak meniru. Ketika anak mulai makan, ingatkan dengan lembut,
Kakak/Adik, sudah baca bismillah?
- Dalil: Rasulullah SAW bersabda,
Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillah.’ Jika ia lupa mengucapkaya di awal, hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillahi awwalahu wa akhirahu (Dengaama Allah di awal dan akhirnya).’
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
2. Makan dan Minum dengan Tangan Kanan
Rasulullah SAW sangat menganjurkan makan dan minum dengan tangan kanan. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap makanan dan keutamaan tangan kanan.
- Cara Mengajarkan: Sejak anak mulai bisa memegang makanan sendiri, bimbing mereka untuk menggunakan tangan kanan. Beri contoh yang konsisten.
- Dalil: Rasulullah SAW bersabda,
Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanaya. Apabila minum, minumlah dengan tangan kanaya. Sesungguhnya setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.
(HR. Muslim)
3. Tidak Berlebihan dan Tidak Mencela Makanan
Ajarkan anak untuk mengambil makanan secukupnya dan tidak berlebihan. Juga, tanamkan kebiasaan untuk tidak mencela makanan, karena setiap rezeki adalah karunia dari Allah.
- Cara Mengajarkan: Sediakan porsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Jika anak tidak suka, ajarkan untuk mengatakan
Terima kasih Ibu, saya sudah kenyang
daripada mencela. - Dalil: Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakaya, dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkaya. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Makan dan Minum Sambil Duduk
Makan dan minum sambil duduk adalah adab yang diajarkan Rasulullah SAW dan juga baik untuk pencernaan.
- Cara Mengajarkan: Pastikan anak selalu duduk rapi saat makan di meja makan atau di tempat yang telah disediakan.
- Dalil: Rasulullah SAW melarang makan dan minum sambil berdiri. (HR. Muslim)
5. Tidak Meniup Makanan atau Minuman Panas
Meniup makanan atau minuman panas tidak disukai Rasulullah SAW dan juga kurang higienis.
- Cara Mengajarkan: Ajarkan anak untuk menunggu makanan sedikit dingin atau mengipasinya jika ingin cepat dingin.
- Dalil: Ibnu Abbas RA berkata,
Nabi SAW melarang bernafas di dalam bejana (tempat minum) atau meniupnya.
(HR. Tirmidzi)
Baca juga ini : Ciptakan Suasana Belajar Islami Ala Pesantren di Rumah: Bekal Anak Mandiri, Disiplin, dan Berakhlak Mulia
6. Mengakhiri dengan Hamdalah dan Doa Setelah Makan
Setelah selesai makan dan minum, ajarkan anak untuk bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah
dan membaca doa setelah makan.
- Cara Mengajarkan: Setelah selesai makan, contohkan membaca doa setelah makan. Jika anak sudah besar, ajak mereka menghafal doa tersebut.
- Dalil: Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa yang selesai makan lalu mengucapkan, ‘Alhamdulillahilladzi ath’amani hadza wa razaqanihi min ghairi hawlin mii wa la quwwatin (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan ini dan menganugerahkaya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku),’ maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
7. Membersihkan Sisa Makanan
Ajarkan anak untuk membersihkan sisa makanan yang mungkin tercecer dan tidak menyisakan makanan di piring. Ini melatih tanggung jawab dan menghargai rezeki.
- Cara Mengajarkan: Libatkan anak dalam proses membersihkan meja makan atau piring mereka sendiri (sesuai usia).
Strategi Efektif Mengajarkan Adab
- Memberi Teladan: Anak adalah peniru ulung. Orang tua harus menjadi contoh terbaik dalam menerapkan adab makan dan minum.
- Konsisten: Lakukan pengajaran adab ini secara terus-menerus dan konsisten. Jangan menyerah jika anak belum langsung menguasai.
- Mengajarkan dengan Lembut dan Sabar: Hindari marah atau membentak. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan penuh kasih sayang.
- Bercerita: Gunakan cerita-cerita menarik tentang Rasulullah SAW dan para sahabat yang berkaitan dengan adab makan minum.
- Pujian dan Apresiasi: Berikan pujian dan apresiasi ketika anak berhasil menerapkan adab dengan baik. Ini akan memotivasi mereka.
- Libatkan dalam Diskusi: Ajak anak berdiskusi mengapa adab ini penting dan apa manfaatnya.
Menanamkan adab makan dan minum sesuai suah Rasulullah SAW kepada anak adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya. Ini bukan hanya tentang sopan santun, tetapi juga tentang menumbuhkan ketaatan kepada Allah, membentuk pribadi yang bersyukur, sehat, dan berakhlak mulia. Dengan kesabaran, konsistensi, dan keteladanan dari orang tua, insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang senantiasa mencari keberkahan dalam setiap suapan dan tegukan, serta menjadi penerus risalah Islam yang gemilang.
