Share

Materi Khutbah Idul Fitri 1447 H / 2026 M : Merawat Cahaya Ramadan dan Memperkokoh Persaudaraan di Hari Kemenangan

by Darul Asyraf · 19 Maret 2026

Merawat Cahaya Ramadan dan Memperkokoh Persaudaraan di Hari Kemenangan

KHUTBAH PERTAMA

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

(Membaca Takbir 9x) اللهُ أَكْبَرُ (9×) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.

Jamaah Shalat Idul Fitri yang Dimuliakan Allah, Pagi ini, Sabtu 21 Maret 2026, gema takbir membelah angkasa. Kita berkumpul di tempat yang penuh berkah ini dengan satu perasaan yang sama: Syukur. Kita bersyukur karena Allah SWT masih memberikan kita umur dan kesempatan untuk menyempurnakan ibadah puasa hingga hari kemenangan ini.

Hari ini adalah hari berbuka (Idul Fithr). Setelah sebulan penuh kita ditempa di madrasah Ramadan, menahan haus, lapar, dan hawa nafsu, kini tiba saatnya kita merayakan kembalinya fitrah kesucian kita.

Jamaah yang Berbahagia, Setidaknya ada tiga pesan utama yang harus kita bawa pulang dari madrasah Ramadan tahun ini:

1. Istiqamah dalam Amalan Jariyah Selama Ramadan, kita begitu ringan tangan dalam bersedekah dan membantu sesama. Ingatlah pesan Baginda Nabi SAW yang sering disampaikan oleh para guru kita, bahwa ada tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh. Mari kita pastikan bahwa semangat berbagi yang kita pupuk di lingkungan kita—seperti di lingkungan Darul Asyraf ini—tetap menyala meski Ramadan telah berlalu. Jangan biarkan kotak amal menjadi sepi, dan jangan biarkan kepedulian kita terhadap anak yatim dan dhuafa luntur setelah hari ini.

2. Menjaga Kesucian Diri (Fitrah) Idul Fitri berarti kembali ke asal kejadian yang suci. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim). Hari ini kita seperti bayi yang baru lahir. Tugas terberat kita bukanlah puasa kemarin, melainkan menjaga “putihnya kain” ini agar tidak kembali ternoda oleh penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, dan adu domba.

3. Memperkokoh Ukhuwah di Tengah Perbedaan Tahun ini, mungkin kita melihat saudara-saudara kita ada yang merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda. Namun, janganlah perbedaan furu’iyah (cabang) dalam penentuan tanggal ini memutus tali silaturahmi kita. Agama kita mengajarkan bahwa kasih sayang dan persaudaraan jauh lebih tinggi kedudukannya daripada sekadar perdebatan metode. Mari kita tunjukkan bahwa di wilayah kita, khususnya di Kencong ini, warga tetap rukun, saling menghormati, dan bahu-membahu dalam kebaikan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.

Sebagai penutup khutbah pertama ini, marilah kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk saling memaafkan. Buanglah rasa benci, sambunglah tali kekerabatan yang sempat renggang. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


KHUTBAH KEDUA

(Membaca Takbir 7x) اللهُ أَكْبَرُ (7×) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Jamaah yang Dimuliakan Allah, Di hari yang fitri ini, marilah kita tundukkan kepala sejenak, melangitkan doa untuk orang tua kita, guru-guru kita, dan para pejuang agama Allah.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

(Doa Penutup)

  • Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa saudara-saudara kami.

  • Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat kami, zakat kami, dan seluruh amal jariyah kami selama Ramadan ini.

  • Ya Allah, jadikanlah lingkungan kami, lingkungan Yayasan Darul Asyraf dan warga Sidonganti, sebagai lingkungan yang penuh berkah, aman, tentram, dan saling mencintai karena-Mu.

  • Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada pemimpin-pemimpin kami dan para Kyai kami untuk terus membimbing kami di jalan-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

You may also like