Dalam menjalani kehidupan, manusia tak lepas dari berbagai ujian dan tantangan. Selain penyakit fisik yang kasat mata dan dapat diobati secara medis, ada pula bentuk gangguan lain yang kerap kali membuat bingung, yaitu gangguan jin, sihir, dan berbagai penyakit non-medis. Dalam Islam, Allah SWT telah memberikan petunjuk dan solusi untuk setiap permasalahan, termasuk dalam menghadapi hal-hal gaib ini. Salah satu metode pengobatan dan perlindungan yang telah diajarkan dalam syariat adalah Ruqyah Syar’iyyah.
Ruqyah Syar’iyyah adalah sebuah bentuk pengobatan spiritual yang berlandaskan pada Al-Quran dan As-Suah, bertujuan untuk memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah SWT dari berbagai macam gangguan, baik yang bersifat fisik maupuon-fisik, yang disebabkan oleh jin, sihir, ‘ain (pandangan dengki), atau penyakit-penyakit lain yang sulit dijelaskan secara medis. Ini adalah jalan kembali kepada syariat Allah SWT, menegaskan bahwa segala daya dan upaya haruslah dalam kerangka tauhid, meyakini bahwa hanya Allah yang mampu menyembuhkan dan melindungi.
Memahami Ruqyah Syar’iyyah: Lebih dari Sekadar Mantra
Istilah “ruqyah” mungkin sering terdengar, namun pemahaman yang benar tentang “Ruqyah Syar’iyyah” sangat penting. Ruqyah secara bahasa berarti jampi-jampi atau mantra. Namun, dalam konteks Islam, Ruqyah Syar’iyyah secara spesifik merujuk pada bacaan-bacaan dari ayat Al-Quran, doa-doa ma’tsur (yang diajarkaabi Muhammad SAW), serta doa-doa yang baik yang tidak mengandung unsur kesyirikan, yang dibacakan untuk memohon perlindungan dan kesembuhan dari Allah SWT. Ini berbeda dengan ruqyah yang mengandung unsur syirik, khurafat, atau menggunakan bantuan jin yang dilarang dalam Islam.
Syarat utama Ruqyah Syar’iyyah adalah:
- Bacaan harus dengan kalamullah (Al-Quran), asma dan sifat Allah, atau doa-doa yang ma’tsur.
- Harus dengan bahasa Arab atau bahasa lain yang dipahami maknanya, sehingga tidak mengandung syirik.
- Harus yakin bahwa ruqyah tidak menyembuhkan dengan sendirinya, melainkan dengan izin Allah SWT.
- Tidak mengandung unsur syirik, sihir, perdukunan, atau meminta bantuan selain kepada Allah.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak mengapa dengan ruqyah selama tidak mengandung syirik.” (HR. Muslim). Hadis ini menjadi landasan bahwa ruqyah dibolehkan asalkan tidak keluar dari koridor syariat Islam.
Mengapa Ruqyah Syar’iyyah Diperlukan? Mengidentifikasi Gangguan
Meskipun kemajuan ilmu kedokteran modern semakin pesat, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa jenis penyakit atau gangguan yang tidak bisa dijelaskan secara medis. Inilah ruang di mana Ruqyah Syar’iyyah memainkan peraya. Gangguan yang seringkali diatasi dengan ruqyah meliputi:
- Gangguan Jin: Jin adalah makhluk gaib yang hidup berdampingan dengan manusia. Terkadang, jin dapat mengganggu manusia, baik dengan merasuki tubuh, menakut-nakuti, atau menyebabkan penyakit.
- Sihir (Black Magic): Sihir adalah perbuatan jahat yang melibatkan jin untuk mencelakai orang lain. Dampaknya bisa berupa sakit fisik, gangguan mental, masalah rumah tangga, hingga kesulitan dalam pekerjaan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 102, “…Padahal mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihir itu, kecuali dengan izin Allah…” Ayat ini menegaskan bahwa kekuatan sihir terbatas dan hanya berlaku atas izin Allah.
- ‘Ain (Pandangan Dengki): ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata seseorang yang disertai rasa dengki atau kagum berlebihan, yang tanpa disadari dapat mencelakai orang yang dipandang. Nabi Muhammad SAW bersabda, “‘Ain itu benar adanya, dan seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ainlah yang mendahuluinya.” (HR. Muslim).
- Penyakit Non-Medis Laiya: Beberapa penyakit yang secara medis sulit didiagnosis atau diobati juga dapat diupayakan kesembuhaya melalui ruqyah, sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Penting untuk diingat bahwa ruqyah adalah bagian dari ikhtiar. Mengutamakan diagnosis dan pengobatan medis tetap dianjurkan. Ruqyah hadir sebagai pelengkap dan bentuk kepasrahan total kepada Allah ketika upaya medis telah dilakukan atau ketika penyebab penyakit memang bersifat non-medis.
Baca juga ini : Mengatasi Kecemasan Sosial: Panduan Islami untuk Kepercayaan Diri dan Interaksi Positif
Bacaan-Bacaan dalam Ruqyah Syar’iyyah: Kekuatan Kalamullah
Inti dari Ruqyah Syar’iyyah adalah bacaan-bacaan yang diambil dari Al-Quran dan Hadist. Beberapa di antaranya yang paling sering digunakan dan memiliki keutamaan tinggi adalah:
- Surat Al-Fatihah: Disebut juga Asy-Syifa (penyembuh) dan Ar-Ruqyah. Nabi SAW pernah menggunakan Al-Fatihah untuk meruqyah orang yang tersengat kalajengking.
- Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255): Ayat ini memiliki keutamaan luar biasa sebagai pelindung dari setan dan gangguan jin.
- Tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas): Ketiga surat ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain (dua pelindung) dan Al-Mu’awwidzaat (surat-surat pelindung). Rasulullah SAW sering membaca ketiga surat ini saat akan tidur dan meniupkaya ke tangan lalu mengusapkaya ke seluruh tubuh.
- Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah (285-286): Diyakini dapat melindungi pembacanya dari kejahatan.
- Ayat-ayat Pembatal Sihir: Seperti beberapa ayat dari Surat Al-A’raf, Yunus, dan Thaha.
- Doa-doa Ma’tsur: Banyak doa yang diajarkaabi SAW untuk memohon perlindungan dan kesembuhan, seperti “A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa khalaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan).
Saat meruqyah, dianjurkan untuk membaca dengaiat ikhlas, khusyuk, dan penuh keyakinan kepada Allah SWT. Bisa dengan meniupkan ke air untuk diminum atau diusapkan, atau langsung dibacakan pada orang yang sakit sambil mengusap bagian tubuh yang sakit.
Ruqyah Mandiri: Membentengi Diri dengan Iman
Ruqyah tidak selalu harus dilakukan oleh seorang peruqyah profesional. Setiap muslim dapat melakukan ruqyah mandiri untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Ini adalah bentuk ikhtiar dan tawakal yang sangat dianjurkan. Caranya cukup sederhana:
- Niat yang Kuat: Niatkan untuk mencari kesembuhan dan perlindungan hanya dari Allah SWT.
- Berwudhu: Sucikan diri sebelum melakukan ruqyah.
- Membaca Ayat-ayat dan Doa-doa Ruqyah: Bacalah ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa ma’tsur dengan tartil, jelas, dan penuh keyakinan.
- Meniup dan Mengusap: Setelah membaca, tiupkan ke kedua telapak tangan lalu usapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, atau ke bagian tubuh yang terasa sakit. Bisa juga meniupkan ke air minum atau minyak zaitun untuk diminum/dioleskan.
- Rutinkan: Lakukan secara rutin, terutama di pagi hari, sore hari, dan sebelum tidur.
Dengan merutinkan ruqyah mandiri, seorang muslim tidak hanya mengobati gangguan, tetapi juga membangun benteng spiritual yang kuat dalam dirinya. Ini adalah bentuk pengingat untuk selalu kembali kepada Allah dalam setiap keadaan.
Baca juga ini : Dzikir dan Shalat Malam: Kunci Ketenangan Jiwa di Tengah Hiruk Pikuk Dunia
Kembali pada Syariat Allah SWT: Fondasi Utama
Ruqyah Syar’iyyah bukanlah jalan pintas atau solusi instan tanpa usaha. Ia adalah bagian integral dari tawakal dan ikhtiar seorang hamba kepada Rabb-nya. Kembali pada syariat Allah SWT berarti:
- Memurnikan Tauhid: Menjauhi segala bentuk kesyirikan, kepercayaan kepada selain Allah, jimat, perdukunan, atau hal-hal yang bertentangan dengan akidah Islam. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ji ayat 6, “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa gelintir laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” Ayat ini dengan jelas melarang meminta bantuan kepada jin.
- Meningkatkan Ketaatan: Melaksanakan shalat lima waktu, membaca Al-Quran, berdzikir, bersedekah, dan menjauhi maksiat. Ketaatan adalah perisai terbaik dari segala keburukan.
- Berprasangka Baik kepada Allah: Yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung dan penyembuh. Apapun hasilnya, itu adalah yang terbaik dari Allah.
- Sabar dan Istiqamah: Proses penyembuhan bisa memakan waktu. Kesabaran dan keistiqamahan dalam beribadah dan berikhtiar sangat diperlukan.
Ruqyah Syar’iyyah adalah pengingat bahwa kekuatan sejati hanya milik Allah. Dengan kembali berpegang teguh pada ajaran-Nya, seorang muslim akan menemukan ketenangan, perlindungan, dan kesembuhan hakiki.
Ruqyah Syar’iyyah adalah anugerah dan petunjuk dari Allah SWT bagi umat Islam untuk menghadapi berbagai gangguan, baik yang terlihat maupun tidak terlihat. Dengan berlandaskan pada Al-Quran dan As-Suah, ruqyah menjadi perisai yang kuat, mengembalikan kita pada hakikat tawakal dan kepasrahan total kepada Allah sebagai satu-satunya Dzat yang Maha Menyembuhkan dan Maha Melindungi. Mempraktikkan Ruqyah Syar’iyyah berarti memilih jalan yang benar, menjauhi kesyirikan, dan memperkuat keimanan. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.

Betul sekali ini, Pak. Dulu pernah dengar cerita tetangga yang kena gangguan non-medis, alhamdulillah setelah ruqyah syar’iyyah jadi tenang lagi. Memang perisai yang ampuh dari Allah.
Alhamdulillah, ruqyah syar’iyyah memang jadi pegangan kuat buat keluarga kami. Tenang rasanya tahu ada perlindungan Islami yang nyata dari gangguan gaib. Semoga semakin banyak yang paham dan bisa merasakan manfaatnya.